24 Feb 2013

Why Biochemistry ?

Author: NOVI ANDRIANTO | Filed under: Kerja Keras

  Biochemistry

               “Biokimia” tulisan inilah yang terus ku pandangi saat melihat daftar jurusan yang ada di Institut Pertanian Bogor. Sebelumnya, nama IPB tak pernah ada dalam pikiranku apalagi Biokimia. Bagiku nama Biokimia cukup menarik ketertarikanku. Semenjak itulah ada keinginan untuk mencari tahu lebih tentang Biokimia. Beberapa orang guru aku tanyakan apa itu Biokimia, kebanyakan dari mereka menjawab sebagai gabungan studi Biologi dan Kimia. Sebatas itulah informasi yang aku dapatkan mengenai Biokimia. Akantetapi ketertarikanku akan ilmu Biologi membuat aku mengambil studi ini. Awalnya hanya sekedar coba-coba aku mendaftar SNMPTN Undangan mengingat kata-kata dari seorang guruku bahwa persantase untuk penerimaan SNMPTN Undangan sangatlah kecil. Dalam pengisian jurusan yang dipilih aku kesulitan untuk memenuhi 3 kuota jurusan yang diminati, karena yang benar-benar aku pilih adalah Biokimia dan akhirnya 2 jurusan lainya ku pilih 2 Departemen dari fahutan. Hingga dalam pengisian formulir pendaftaran ulang pun aku tak mengetahui Fakultas pengampu Biokimia. Seminim itulah informasi tentang Biokimia yang aku dapat. Inilah sedikit cerita tentang mengapa aku ada di Biokimia IPB yang sekarang telah menjadi kebanggaan tersendiri bagiku ketika mendengar kata Biokimia. Tulisan ini mungkin tidak dapat menjelaskan mengapa aku ada di sini di Biokimia karena hingga saat ini aku pun belum mengetahui. Inilah jalan Tuhan yang tak dapat dimengerti hamba-Nya, yang terpenting bagiku adalah bagaimana aku menjalani tentang Biokimia yang aku pilih ataupun yang dipilihkan Tuhan.
Why Biochemistry ? jawaban itulah yang akan terus ku cari dan ku percaya suksesku ada di sini.
Read the rest of this entry »

29 Sep 2011

[[ Penjual Kerupuk & Kacang Goreng ]]

Author: NOVI ANDRIANTO | Filed under: Kerja Keras

Kacang“Seorang yang penuh syukur akan berterimakasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan tetap mengeluh sekalipun ia hidup di dalam surga”

Suatu hari saya berniat pergi ke sebuah kantor dengan menggunakan taxi. Tidak lama kemudian taxi tersebut terhenti di persimpangan lampu merah. Saat itu cuaca sangat panas, namun tiba-tiba saya merinding; bukan karena saya melihat hantu, tetapi justru karena saya melihat seorang bapak tua yang berdiri tegar berjalan dengan satu kaki yang di bantu tongkat penyangga separuh tubuhnya yang terkena stroke dan tangan kirinya membawa kacang goreng yang ditawarkan di sepanjang lampu merah tersebut. saya terus mengamatinya dari jauh hingga hampir mendekat dimana taxi saya berhenti. Cuaca tak bersahabat yang membakar kulit tak menyurutkan bapak tua itu untuk terus mencari uang walaupun dari deretan mobil paling depan tidak ada satupun yang membeli barang dagangannya.

Di lain kesempatan saya pernah menyaksikan ada seorang buta yang berjualan krupuk di sekitar lampu merah di tempat yang sama saat saya melihat penjual kacang goreng tadi. Memang saya pernah mendengar dari orang sekitar kalau ada seorang yang berjualan krupuk namun cacat. Dan tahukah Anda bagaimana ia memulai aktivitasnya? Tanpa bantuan dari siapapun, ia mulai berjualan ditemani tongkat tua yang menuntunnya di sepanjang jalan yang sangat terik itu tanpa mengeluh.

Apa perasaan saya ketika melihat kedua orang itu? Jujur, saya pribadi malu ketika saya yang dalam kondisi lebih baik dari mereka terkadang justru bersikap tidak sesempurna mereka. Mereka adalah petarung yang sebenarnya. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang petarung sejati adalah mengakui keadaan dirinya sendiri.

Moral cerita yang ingin saya katakan adalah apakah yang akan Anda lakukan terhadap diri Anda yang sempurna ini? Maukah Anda mengakui bahwa tubuh Anda yang sempurna adalah tidak sempurna? Dewasa ini dalam keadaan yang semakin sulit, mungkin saja ada orang yang malu mengakui kekurangannya, tapi bagaimana dengan Anda? Pengalaman ini merupakan sebuah cermin bagi siapa saja termasuk saya karena saya pun mengalami keterpurukan. Banyak cibiran, perendahan, dan bahkan penghinaan yang saya terima dahulu. Namun semua bentuk hinaan itu justru membakar jiwa saya untuk mengeluarkan potensi terbaik dengan bekerja keras dan ketekunan itu telah merubah segalanya. Sukses juga memiliki mata sekalipun ia tidak memiliki mata secara harafiah. Seperti dua orang luar biasa yang saya uraikan di atas, keterbatasannya bukan merupakan pembatas baginya untuk terus berkarya dalam ketidakpastian dunia ini. Apa yang mereka lakukan untuk terus berjuang habis-habisan senada dengan 6 kunci produktifitas dari Brian Tracy

Sumber :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10608591

29 Sep 2011

Hello world!

Author: NOVI ANDRIANTO | Filed under: uncategories

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme